Logo dan Nama Organisasi

(Mode : Bahasa Jambi jok)
Lah tigo bulan sejak e-mail sayo kirimkan, ternyato ando-ando lum ngasih usul namo dan logo organisasi kito ni, jadi sayo tetapkan be secaro jabatan (halah…) tentang Logo dan Namo organisasi ni.
Sebenarnyo sayo nak ngasih namo Persahabatan Alumni STAN 2008 Asal Jambi, tapi tipe-tipe namo kayak gitu lah banyak beredar di dunio ni, jadi sayo buatlah namo FRIENDSHIP STAN 2008, yang makno namonyo tidak mengurangi esensi dari kato Persahabatan Alumni STAN 2008 Asal Jambi tadi tuh.
Kalo logo, setelah 2 minggu mikir, sayo buatlah logo kayak dibawah ni.
Logo tuh terdiri dari :
1. Sketsa kepala orang lagi pake toga
2. Sketsa peta Propinsi Jambi
3. Lingkaran berwarna biru
4. Bulan sabit berwarna merah
5. Sayap sisi kanan dari logo STAN
6. Tulisan FRIENDSHIP STAN 2008, dengan jenis font Eras Bold ITC
Kalo ando tengok lebih cermat lagi, bentuknyo tuh kayak abstrak globe, ado tempat dudukan globe-nyo, ado bola-nyo, peta-nyo, tempat narok poros globe-nyo (bulan sabit). Sayo harap logo tuh dapat mewakili identitas kito sebagai alumni STAN asal Propinsi Jambi. Ado pertanyaan?

Logo Friendship

Tinggalkan sebuah Komentar

Perjalanan kita laksana sebuah metamorfosis.

Selesai menamatkan sekolah menengah, telur itu akhirnya menetas menjadi ulat yang kecil. Untuk bisa menjadi ulat yang besar dan gemuk, dia butuh asupan makanan yang banyak. Di kampus, kita laksana ulat. Ilmu selama 3 tahun telah menjadi asupan makanan yag cukup untuk masa selanjutnya ketika menjadi kupu-kupu yang elok rupawan.

14 Okober 2008 adalah awal menjadi kepompong. Dalam fase ini, kita semua dihadapkan dengan banyak pilihan . Juga dalam fase ini, kita harus mengambil keputusan yang bijak dalam mengambil dan mempertimbangkan pilihan-pilihan tersebut. Dalam fase inipun, kita diharuskan bersikap lebih bijaksana lagi terhadap keputusan-keputusan yang diberikan-Nya.
Dalam fase ini, diawali dengan keceriaan saat wisuda. Kemudian mapping instansi dan penempatan defenitif, yang mengajari kita bahwa hidup itu bukan hanya di Jambi dan Jurangmangu ataupun Rawamangun. Pendidikan, kita semua memiliki cita-cita untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Strata 1 atau Diploma IV, Strata 2, bahkan hingga Strata 3. Keluarga, satu hal yang menambah kebahagiaan, saat ijab kabul, resepsi, ketika mendapat Married Championship Award, ketika menjadi Ayah/Ibu untuk anak-anak kita. Karir: pegawai magang, pelaksana, fungsional, eselon IV, eselon III, eselon II, eselon I, atau menjadi salah satu orang terpenting di negeri ini. Tentu jugalah, Agama, kita semua berharap bisa menjadi teladan yang baik bagi umat-Nya, kita semua juga berharap Yang Maha Mulia berkenan untuk mengundang kita beribadah di rumah-Nya, Baitullah. Semua ini bukanlah mimpi anak menjadi naga sebagai mana yang diimpikan oleh anak-anak dari suku cina. Akan tetapi, ini adalah impian sebelas kepompong untuk bisa menjadi sebelas kupu-kupu yang elok rupawan.

Fase kupu-kupu, adalah saat semua yang diimpikan telah tercapai. Fase yang indah, saat kita meraih sukses di dunia ini dan Insyaallah sukses di akhirat kelak. Hidup bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat.

Ini bukanlah kisah anak-anak sekolah Muhammadiyah Gantong, tidak ada Ikal, Lintang, Mahar, Kucai, Taprani, Borek, Syahdan, Lintang, Harun dan Sahara. Tapi ini kisah sebelas anak-anak perantauan yang pernah bersekolah di kampus ternama milik pemerintah, Ade, Agung, Aldi, Aji, Danu, Debbi, Heru, Hari, Hapiz, Hepzi dan Zeta. Kelak sebelas kepompong itu akan menjadi sebelas kupu-kupu yang elok rupawan.

Komentar (2)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.