Perjalanan kita laksana sebuah metamorfosis.

Selesai menamatkan sekolah menengah, telur itu akhirnya menetas menjadi ulat yang kecil. Untuk bisa menjadi ulat yang besar dan gemuk, dia butuh asupan makanan yang banyak. Di kampus, kita laksana ulat. Ilmu selama 3 tahun telah menjadi asupan makanan yag cukup untuk masa selanjutnya ketika menjadi kupu-kupu yang elok rupawan.

14 Okober 2008 adalah awal menjadi kepompong. Dalam fase ini, kita semua dihadapkan dengan banyak pilihan . Juga dalam fase ini, kita harus mengambil keputusan yang bijak dalam mengambil dan mempertimbangkan pilihan-pilihan tersebut. Dalam fase inipun, kita diharuskan bersikap lebih bijaksana lagi terhadap keputusan-keputusan yang diberikan-Nya.
Dalam fase ini, diawali dengan keceriaan saat wisuda. Kemudian mapping instansi dan penempatan defenitif, yang mengajari kita bahwa hidup itu bukan hanya di Jambi dan Jurangmangu ataupun Rawamangun. Pendidikan, kita semua memiliki cita-cita untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Strata 1 atau Diploma IV, Strata 2, bahkan hingga Strata 3. Keluarga, satu hal yang menambah kebahagiaan, saat ijab kabul, resepsi, ketika mendapat Married Championship Award, ketika menjadi Ayah/Ibu untuk anak-anak kita. Karir: pegawai magang, pelaksana, fungsional, eselon IV, eselon III, eselon II, eselon I, atau menjadi salah satu orang terpenting di negeri ini. Tentu jugalah, Agama, kita semua berharap bisa menjadi teladan yang baik bagi umat-Nya, kita semua juga berharap Yang Maha Mulia berkenan untuk mengundang kita beribadah di rumah-Nya, Baitullah. Semua ini bukanlah mimpi anak menjadi naga sebagai mana yang diimpikan oleh anak-anak dari suku cina. Akan tetapi, ini adalah impian sebelas kepompong untuk bisa menjadi sebelas kupu-kupu yang elok rupawan.

Fase kupu-kupu, adalah saat semua yang diimpikan telah tercapai. Fase yang indah, saat kita meraih sukses di dunia ini dan Insyaallah sukses di akhirat kelak. Hidup bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat.

Ini bukanlah kisah anak-anak sekolah Muhammadiyah Gantong, tidak ada Ikal, Lintang, Mahar, Kucai, Taprani, Borek, Syahdan, Lintang, Harun dan Sahara. Tapi ini kisah sebelas anak-anak perantauan yang pernah bersekolah di kampus ternama milik pemerintah, Ade, Agung, Aldi, Aji, Danu, Debbi, Heru, Hari, Hapiz, Hepzi dan Zeta. Kelak sebelas kepompong itu akan menjadi sebelas kupu-kupu yang elok rupawan.

2 Komentar »

  1. kepompongjambi berkata

    untuk sementara blog nya sederhana dulu.
    insyaallah akan di modif lebih indah lagi…amien…

  2. aldi amdefi berkata

    ayo dunk….update blognya…di modif gitu…

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.